Posted in Absurd Poems

Teruntuk

Senin, 18 April 2016 • 9:44 PM

Teruntuk,

kamu yang selalu menyendiri

Jadi, hati tengah merindu kamu yang tidak  mau dirindu

Jadi, hati tengah menuntut bertemu kamu yang sulit ditemu

Jadi, hati tengah bertanya dimana kamu kini berada

Jadi, hati tengah berharap supaya akan bertemu kamu

Jadi, hati tengah tersakiti karena tingginya harapan dulu

Teruntuk,

kamu yang ternyata sudah bertemu sang puteri

Bolehkah saya masih merindu kamu?

Bolehkah saya masih menyukai kamu?

Bolehkah saya masih mencinta kamu?

Bolehkah saya masih mengejar kamu?

Bolehkah saya masih mengharap kamu?

Teruntuk,

kamu yang telah mencuri hati

Terima kasih telah membuat hari menjadi berwarna

Terima kasih telah menjadi alasan untuk tersenyum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s